PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong pengembangan program gentengisasi dengan memanfaatkan potensi bahan baku lokal, termasuk limbah tanah sisa produksi bauksit dan cadangan tanah kaolin.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan daerahnya memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung produksi genteng secara mandiri sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan.
Menurut Norsan, dalam proses penambangan bauksit, mineral utama diambil sementara sisa tanahnya sering kali belum dimanfaatkan secara optimal.
“Bekas produksi bauksit itu ada tanahnya yang bisa dimanfaatkan. Bauksitnya diambil, kerikilnya diambil, sisa tanahnya bisa diolah menjadi bahan baku genteng,” ujar Norsan, Rabu (11/2/2026).
Selain limbah bauksit, Kalbar juga memiliki cadangan tanah kaolin yang dinilai berpotensi menjadi bahan campuran dalam produksi genteng. Dengan ketersediaan bahan baku tersebut, Pemprov optimistis program gentengisasi dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan konstruksi sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung aspek operasional dan pengolahan bahan baku agar program tersebut berjalan efektif dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Di sisi lain, Gubernur memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang perayaan Imlek hingga Lebaran dalam kondisi aman.
“Stok sembako sampai Lebaran aman, tidak ada masalah,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, di antaranya cabai merah, cabai rawit, bawang, daging ayam, dan telur.
Pemprov Kalbar, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan harga serta ketersediaan bahan pokok di pasaran guna menjaga stabilitas menjelang hari besar keagamaan. (Ara)









