PONTIANAK – Seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia dalam sebuah peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi yang dialami keluarganya.

Berdasarkan keterangan aparat kepolisian setempat, korban sebelumnya sempat meminta uang kepada orang tuanya untuk membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan alat tulis dengan nilai kurang dari Rp10.000. Permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Humas Polres setempat menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga korban tergolong sangat terbatas. Orang tua korban bekerja sebagai petani dan buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, serta harus menanggung kebutuhan beberapa anak.

“Pihak keluarga menyampaikan bahwa kondisi ekonomi mereka sangat terbatas. Bagi keluarga kurang mampu, memenuhi kebutuhan dasar pendidikan pun menjadi tantangan,” ujar Humas Polres, seperti dikutip Harian Kompas, Rabu (4/2/2026).

Karena keterbatasan tersebut, korban diketahui sempat tinggal bersama seorang kerabat lanjut usia di sebuah pondok sederhana. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi tempat tinggal sementaranya pada Kamis (28/1/2026).

Aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan dan memastikan tidak ditemukan unsur tindak pidana lain dalam peristiwa tersebut. Penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur, dengan melibatkan keluarga dan pihak terkait.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, khususnya pemerintah dan pemangku kebijakan, akan perlunya perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan anak, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Tragedi ini juga menegaskan pentingnya kehadiran negara dan kepedulian masyarakat dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta keadilan sosial bagi anak-anak sebagai kelompok paling rentan. (Ara)

Foto barang bukti (Surat yang ditulis langsung korban sebelum meninggal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *